Kehidupan Seperti Membuat Roti
Upgrading TsaqofahSeiring berjalannya waktu, kita berusaha mengoreksi dan memperbaiki, menambah, dan menyerap ilmu baru layaknya adonan yang didiamkan beberapa saat agar ia dapat mengembang dengan baik.
Kemudian setelah itu baru ditutup rapat agar terhindar dari udara dan bakteri yang dapat merusak kualitas roti.

Hal ini adalah representasi untuk membentengi diri agar kita senantiasa berproses dengan baik.
Adonan harus dipanggang dengan suhuh dan tekanan tinggi dalam oven, agar saat keluar dari pemanggangan teksturnya tidak merusak selera. Roti yang baru selesai dipanggang itu harus tampil sempurna supaya saat dinikmati memberi manfaat dan rasa tiada tara.

Kita harus menjadi pribadi yang lebih kuat setelah melewati tekanan dan cobaan, karena kita telah mendapat pelajaran hidup yang semakin besar. Hingga pada akhirnya, roti yang dipanggang telah siap untuk mengisi perut kita. Demikian juga manusia telah ‘matang’, bermanfaat, dan mampu membahagiakan oranglain dengan apa yang dimilikinya.

Dari sebuah roti, kita dapat membayangkan perjuangan hidup keras dan berliku yang kita lalui. Kehidupan yang selama ini diusahakan akan terkomposisi dengan baik, bahkan terkadang berbabur dengan kesukaran dan kegagalan. Semakin kita mengunyah, roti semakin terbayang setiap peristiwa yang pernah kita lalui, dari yang menyenangkan hingga menyakitkan.

Roti membuat banyak hikmah. Roti adalah secuil anugerah Allah SWT untuk memberi faedah kehidupan. Semoga Allah SWT selalu memberi anugerah-Nya, serta selalu menunjukan indahnya kehidupan kepada kita.
Begitulah kehidupan. Kehidupan seperti membuat roti!
 
No Comments have been Posted.
Post Comment
Please Login to Post a Comment.
 
Ratings
Rating is available to Members only.

Please login or register to vote.

No Ratings have been Posted.