Hukum Berdoa Dengan Menggunakan Lilin
Hukum Berdoa Dengan Menggunakan LilinSoal:
Bagaimana tentang hukum orang Islam yang berdo'a dengan menggunakan lilin? Menyerupai kafirkah?

Jawab:
Berdoa dengan menggunakan lilin banyak kita saksikan di televisi dalam doa-doa bersama. Khususnya saat mengenang orang-orang yang menjadi korban kecelakaan atau kezaliman penguasa. Ataupun kegiatan-kegiatan doa lintas agama.

Lilin sering digunakan dalam ritual keagamaan Yahudi maupun Nasrani sebagai penghormatan kepada orang suci mereka juga sebagai petunjuk akan hadirnya tuhan. Lilin juga sering digunakan dalam aktifitas doa-doa istimewa mereka.

Budaya kafir Romawi juga mempergunakan lilin-lilin dalam praktek keagamaan mereka. Lilin-lilin menyala dipergunakan dalam perarakan keagamaan dan militer, guna menunjukkan kehadiran tuhan mereka, bantuan atau pertolongan dari para dewa-dewa. Dengan berkembangnya praktek penyembahan kaisar, lilin-lilin juga dinyalakan dekat gambar kaisar sebagai tanda penghormatan.

Maka berdoa dengan menggunakan lilin –bagi kaum muslimin- dengan keyakinan-keyakinan tertentu; lebih dikabulkan, lebih disuka oleh Allah, supaya lebih khusu’ dan sempurna, maka termasuk tasyabbuh (menyerupai orang kafir) & bagian dari bid'ah dalam berdoa.

Namun jika menyalakan lilin sebagai penerang saat listrik mati, lalu ia shalat dan berdoa di sampingnya; ini tidak apa-apa. Karena tidak disertai keyakinan untuk kesempurnaan doa. Wallahu a'lam.

voa-islam.com
 
No Comments have been Posted.
Post Comment
Please Login to Post a Comment.
 
Ratings
Rating is available to Members only.

Please login or register to vote.

No Ratings have been Posted.